Selasa, 20 September 2011

The Only Hope, Seni Rupa

Ketika di pertemuan pertama Kesenian, gurunya bilang, " ..di sini yang diajarkan di mapel kesenian HANYA Seni Rupa, yang lain bisa kalian ikuti melalui ekskul.." Wow! Bagiku ini seperti kesempatan yang sangat mendukung sekali. Karena : Pertama, aku suka nggambar, dan yang Kedua : di antara Seni Rupa, Seni Peran, Seni Musik, Seni Tari, dan seni-seni yang lain (kalo ada, mungkin?) aku cuma bisa dan agak menguaai Seni Rupa.

Jadi, yaa that's why i love Seni Rupa so much! Pelajaran yang paling aku tunggu-tunggu, pelajaran yang aku bisa totally enjoy di kelas, dimana aku bisa jadi diriku sendiri dengan nyaman :'D, yang gurunya buaek nya subhanallah, di SMA ya cuma Seni  Rupa.
Alasan lain, mungkin di mata pelajaran lain, ketika aku coret coret mungkin akan ada yang berkomentar, "Kok bunkunya di coret-coret? Nggak rapi!" atau, "Cewek kok bukunya nggak bersih!" dan yang lebih frontal lagi, "Saya nggak suka murid yang coret coret seenaknya seperti ini, apalagi yang nggak bisa hafal rumus!"
Komentar-komentar yang pada awalnya bikin aku kaget, speechless dan cuma bisa nunduk dengan mata berkaca-kaca. Bagiku yang di sekolah sebelumnya aku terbiasa dibebaskan untuk berkreasi lalu sekarang tiba tiba menemui banyak batasan dan larangan, ini sangat sulit. Well, bayangkan, kamu yang biasanya coret coret dengan cuek, lalu sekarang bahkan untuk menorehkan sedikit coretan kamu harus sembunyi-sembunyi, pasti akan terasa berat pada awalnya. Itulah yang menyebabkan Seni Rupa serasa menjai wadah pelarian yang ampuh bagiku.

Ah ya, yang sedikit membanggakan, aku bisa meraih nilai yang nyaris sempurna di pelajaran ini. Nilai tertinggi yang aku peroleh selama beberapa bulan ini di SMA. Rasanya puas dan seneng bangetlah! Terbaik di kelas, semua aku kerjakan sendiri, dan kerja kerasku dihargai. Cuma di satu mapel ini aku terlihat mendominasi nilai-nilai terbaik. Selain itu? Tanpa kau tanya pun, dengan bangga aku akan bilang bahwa hampir di semua mapel aku pernah kena remidi. Haha! :D

So, Seni Rupa, you are my only hope!

Tidak ada komentar: